Terkadang Malam Lailatul Qadar Bisa Dilihat dan Dirasakan

Terkadang Malam Lailatul Qadar Bisa Dilihat dan Dirasakan - kita memang tidak diperintahkan memaksakan diri untuk melihat dan mencari-cari tanda-tanda malam lailatul qadar. Hendaknya kita fokus beribadah pada 10 malam terakhir dan memang hikmah hikmah dirahasiakan kapan malam teresbut agar telihat siapa dari mereka yang memang bersungguh-sungguh mencari keutamaan malam lailatul qadar.




Sebagian orang bisa merasakan dan melihat malam lalatil qadar. Tanda-tandanya malam lailatul qadar:

-udara terasa sejuk, tenang dan cerah

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma , Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ليلة لقدر ليلة سمحة, طلقةو لا حارة, ولا باردة, تصبح الشمس صبيحتها ضعيفة حمراء

“[malam] lailatul qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.”[1]

-matahari pada pagi harinya jernih dan tidak ada sinar yang menyilaukan

Dari Ubay radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صبيحة ليلة لقدر تطلع الشمس لا شعاع لها كأنها طست حتى ترتفع

“pagi hari malam lailatul qadar, matahari terbit tidak ada sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.”[2]

-ada rasa ketenangan dan kelezatan dalam beribadah karena para malaikat Jibril ‘alaihissalam malaikat turun pada malam tersebut

Allah Ta’ala berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” ( Al Qadar: 4)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan,

يكثر تنزل الملائكة في هذه الليلة لكثرة بركتها، والملائكة يتنزلون مع تنزل البركة والرحمة، كما يتنزلون عند تلاوة القرآن ويحيطون بحلق الذكر، ويضعون أجنحتهم لطالب العلم بصدق تعظيما له. وأما الروح فقيل: المراد به هاهنا جبريل

“Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya barokah (berkah) pada malam tersebut. Karena sekali lagi, turunnya malaikat menandakan turunnya berkah dan rahmat. Sebagaimana malaikat turun ketika ada yang membacakan Al-Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir (majelis ilmu). Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka. Adapun “ar-ruh” ada pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah malaikat Jibril.”[3](Ramadhan Tahun 2013)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Internet Marketing | Lele Sangkuriang | Kolam Ikan
Copyright © 2011. Ramadhan Tahun 2013 - All Rights Reserved
Template Created by Ramadhan Tahun 2013 Published by Konsultan SEO
Proudly powered by Blogger